Kamis, 07 Agustus 2014

Kesedihan dalam islam

 

     Setiap orang pasti pernah mengalami kesedihan atau kesusahan, baik
kesedihan karena masalah hidup atau karena tertimpa musibah. Bentuk kesedihan
bermacam-macam, mulai dari murung, melamun sampai gelisah dan teriak.
Namun tahukah anda Allah SWT sesungguhnya tak menghendaki seorang muslim
mengalami kesedihan berlarut-larut karena urusan dunia, karena sedih itu tidak
dapat menolak bahaya dan tidak ada manfaatnya.
Allah SWT Berfirman:

ولَا تهَنِوُا۟ ولَا تحَْزنَوُا۟ وأَنَتمُ ٱْلَأعْلوَنَْ إنِ كنُتمُ
مؤمْنِيِنَ 

  Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu
bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.
(QS.Ali-`Imraan:139)

Islam mengajarkan seorang muslim terbiasa tegar dan kuat dalam menghadapi
segala persoalan termasuk ketika tertimpa musibah, karena disetiap musibah yang
kita alami terdapat hikmah yang begitu besar, sehingga bersabar jauh lebih baik
dari pada bersedih.
Rasulullah SAW bersabda :

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin,
sesungguhnya seluruh perkaranya adalah kebaikan. Hal itu
hanya dialami oleh seorang mukmin dikalau mendapat
kebaikan bersyukur dan itu terbaik baginya, jika tertimpa
musibah dia bersabar dan itu terbaik baginya"

Sahabat berikut kami sampaikan fakta sedih dalam islam.

1. Ganjarann bagi seorang muslim yang sabar dalam kesedihannya adalah pahala
     dan penawar dosa dari Allah SWT.

     Rasulullah SAW bersabda:

    "Tidak ada sesuatu yang menimpa mukmin pada dirinya,
     sehingga membuatnya sampai sakit, berduka, kelelahan,
     kesedihan, gangguan dan kekawatiran sampaipun duri yang
     mengenai dirinya, kecuali Allah SWT akan menghapus dosadosanya".


2. Jenis sedih yang dilarang dalam Islam.
    Sahabat, seorang muslim dilarang bersedih dengan sikap orang kafir dan tipu
    dayanya. Bagi orang muslim yang hendak mensucikan ke Esaan Allah SWT sering
    kali mendapatkan tantangan dan penolakan dari masyarakat. Allah SWT meminta
    seorang muslim bersabar dalam menyebarkan kebaikan dan mencegah keburukan.

     Allah SWT Berfirman:

    Tenangkanlah Hati dengan Dzikrullah...: Fakta Kesedihan Dalam Islam

له ولَا تحَْزنَْ 􂂋 لا بٱِل 􂂋 وٱَصْبرِ ومَاَ صَبرْكَُ إ ِ
ما يمَْكُروُنَ 􂂋م􂂍 عَليَهْمِْ ولَا تكَُ فىِ ضَيقٍْۢ

    Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah k esabaranmu itu
    melaink an dengan pertolongan Allah dan janganlah k amu bersedih
    hati terhadap (k ek afiran) merek a dan janganlah k amu bersempit
    dada terhadap apa yang merek a tipu dayak an.
    (QS.An-Nahl:127)

    Kesedihan yang kedua yang dilarang dalam islam adalah sedih dalam persoalan
    duniawi, seperti persoalan beban hutang.

    Nabi SAW mengajarkan doa :

   " Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari
    bingung dan sedih, aku berlindung kepada Engkau dari lemah
    dan malas, ku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan
    kikir dan ku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan
    kesewenang-wenangan manusia"

    Sahabat, Rasulullah SAW mengajarkan dan menganjurkan kepada ummat muslim
    yang sedang tertimpa kesusahan hidup untuk senantiasa memohon pertolongan
    kepada Allah SWT, sehingga Allah SWT akan menggantikan kesedihan itu menjadi
    kegembiraan dari pada hanya sekedar bersedih dan menangis yang tidak dapat
    menyelesaikan masalah dan tidak ada manfaatnya.

3.Sedih yang diperbolehkan dalam Islam terkait persoalan Akhirat.
    Orang beriman yang merasa sedih karena menyesali perbuatan buruk dan dosa -
    dosa dimasa lalu adalah orang yang dipuji Allah SWT. Tangisan orang seperti ini
    merupakan bentuk penyesalan dan taubat yang akan dibalas Allah berupa
    penghapusan dosa yang lalu.

    Allah SWT berfirman:

فلَيْضَْحَكُوا۟ قلَيًِلاۭ ولَيْبَكُْوا۟ كثَيِراًۭ جَزآَءًۢ بمَِا
كاَنوُا۟ يكَْسِبوُنَ

    Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak,
    sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.
    (At-Taubah:82)

    Mereka yang tulus dan ihklas menyesali dosa-dosanya di masa lalu hingga
    meneteskan air mata, termasuk orang-orang yang senantiasa memperbaiki diri.
    Mereka tak ingin terjatuh ketika dosa yang lalu yang menjadi penyesalan. Sahabat,
    Al-quran diturunkan sebagai petunjuk jalan manusia.
    Jika seorang bisa menangis ketika mendengar lantunan Ayat suci Alqur'an, maka
    hatinya telah lunak dan cenderung pada kebenaran. Kebalikannya, mereka yang
    keras hatinya, akan sulit menerima kebenaran meski datangnya dari Allah SWT.
   Jangankan menangis, mendengarkan ayat suci Alqur'an saja mereka tak mau.
   Tangisan selanjutnya yang diperbolehkan dalam islam yaitu tangisan orang yang
   berdzikir panjang mengingat Allah SWT secara khusuk dan tawaduk sehingga tak
   samapi disadasari meneteskan air mata.

   Rasulullah SAW bersabda :

       "Salah satu dari tujuh golongan manusia yang akan dinaungi
   Allah SWT di hari kiamat, dimana tidak ada naungan kecuali
   naungannya. Yaitu seseorang yang berdzikir panjang kepada
   Allah SWT dalam keadaan menyendiri hingga ia meneteskan air
   matanya".
   [HR. Bukhari dan Muslim]

Minggu, 03 Agustus 2014

keutamaan seorang suami

assalamaualaikum wr.wb

  
            Istri adalah nama sebutan untuk seorang wanita yang sudah menjalin rumah tangga,seorang istri memiliki tanggung jawab dan begitupun seorang suami bahkan memiliki banyak tanggung jawabnya terhadap istri anak dan keluarganya.saudaraku yang di  muliakan Allah,Suami adalah panuan bagi seorang istri,suami pula yang mengemban amanat sangat besar atas apa yang dilakukan istri maupun anaknya,seorang istri wajiblah menaati dan patuh terhadap suaminya.Tigas istri adalah untuk melayani suaminya dengan baik,membuat suami senang dan selalu bakti terhadapnya.ada satu pertanyaan dari rekan saya.meraka pernah bertanya jika seorang ibu dari istri i\tu meninggal dunia tetapi sang suami masih dalam posisi kerja.apakah istri keluar untuk pergi ke ibunya,?.justru haram bagi istri untuk keluar tanpa seizin suaminya,jika suami tak mengizinkan ia untuk mendatangi ibunya,maka pahala bagi istri tersebut dan di bebaskanlahibunya dari api neraka karena kebaktian dan istri itu menuruti suaminya.maka dari itu suami adalah panutan pimpinan yang Allah telah jelaskan dalam kitabnya Al quran


 4:34
Artinya:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.  (4: 34)

Kaum lelaki merupakan  pemimpin kaum perempuan. Allah melebihkan posisi kaum lelaki dengan alasan mereka menafkahi perempuan dengan hartanya sendiri. Dengan demikian, wajar bila perempuan menaati suaminya. Selain itu, bila suaminya telah meninggal, hendaknya ia menjaga rahasia suaminya. Karena Allah Swt adalah pemelihara rahasia.

Setelah menjelaskan posisi suami dan isteri dalam rumah tangga, Allah kemudian menjelaskan cara seorang suami dalam menghadapi isterinya yang dikhawatirkan melanggar atau tidak taat. Langkah pertama yang harus dilakukan seorang suami adalah menasihati isterinya. Bila cara ini tidak mempan, seorang suami dapat menerapkan langkah kedua dengan pisah ranjang dengan isteri. Bila masih tetap melakukan pelanggaran, maka suami dapat menjatuhkan hukuman kepada isterinya. Tapi ketika terjadi perubahan dalam sikapnya dan mereka sudah menaati suaminya, maka suami tidak boleh menyakitinya. Karena sesungguhnya Allah Maha Besar dan Tinggi.

Ayat  ini boleh disebut sebagai kunci al-Quran dalam memberikan solusi bila muncul masalah dalam sebuah keluarga. Tapi sayangnya ayat ini pula yang sering disalahtafsirkan oleh sekelompok orang baik yang beragama atau punya kepentingan tertentu. Dengan bersandar pada ayat ini mereka menganggap dirinya tuan dan isteri sebagai budak. Sebagaimana seorang budak harus menaati tuannya, maka isterinya harus menaati mutlak perintahnya. Padahal ayat ingin memberikan penjelasan lain terkait masalah lain.

Seorang suami yang ingin berlaku semena-mena menjadikan ayat ini sebagai justifikasi atas segala perbuatannya terhadap isterinya. Ia menganggap perintahnya sama seperti perintah Allah. Bila isterinya menentang, maka ia berhak memberikan hukuman yang paling berat. Pandangan yang salah terhadap ayat ini membuat sebagian orang jahil lalu mengolok-olok Islam dan menyebut Islam menentang hak-hak perempuan.  Padahal,  yang mereka saksikan adalah penerapan yang buruk yang bersumber dari ketidakmengertian mereka akan tafsir ayat tersebut. Penjelasan masalah ini akan dibagi menjadi dua agar dapat dipahami dengan lebih baik.

Pertama, ayat ini memperkenalkan bahwa suami menjadi pelaksana urusan isteri. Ketika melihat keluarga sebagai institusi paling mendasar bagi pembentukan masyarakat, maka sudah barang tentu keluarga punya peran yang sangat penting. Sebuah keluarga dibentuk lewat sebuah perjanjian suci antara seorang laki-laki dan perempuan yang berujung pada lahirnya anak-anak mereka. Tentu saja sebuah keluarga memerlukan seorang penanggung jawab untuk mengurusi urusan mereka. Bila tidak ada seorang pengelola yang bertanggung jawab, maka institusi keluarga akan kacau balau.  

Oleh karenanya, penentuan seorang sebagai pemimpin keluarga  merupakan kewajiban yang tidak dapat dihindari. Wajar bila anak kecil bukan pemimpin keluarga, adalah perkara yang lazim dan tidak dapat dihindari.  Wajar bila pemimpin keluarga adalah suami. Al-Quran memperkenalkan suami sebagai pemimpin rumah tangga dengan dua alasan. Pertama, lelaki dari segi fisik lebih kuat dari perempuan. Dengan karakter semacam ini, seorang suami yang berkewajiban mencari penghasilan untuk menghidupi keluarganya. Sebaliknya, perempuan menurut Islam tidak bertanggung jawab untuk mencari nafkah, bahkan bila ia memiliki mata pencaharian sendiri. Isteri tidak wajib untuk mengeluarkan hartanya untuk membelanjai keluarganya.

Artinya, tanggung jawab berat memenuhi kebutuhan keluarga berada di pundak suami. Ketika ia bertanggung jawab, maka wewenang seorang suami dalam keluarga juga besar, sesuai dengan tanggung jawabnya. Tapi itu tidak berarti seorang suami dapat berbuat sewenang-wenang terhadap isterinya dan memperlakukannya seperti seorang budak yang harus melakukan segala perintahnya. Oleh karenanya, bila seorang suami berbuat salah dan tidak memberi nafkah, misalnya, maka isteri dapat meminta kepada hakim syariat untuk mencampuri urusan rumah tangga mereka dan bila perlu suami harus berjanji di hadapan hakim untuk menjadi suami yang bertanggung jawab.

Satu hal lagi yang patut diperhatikan bahwa kepemimpinan suami di tengah keluarga bukan berarti laki-laki lebih mulia dari perempuan. Karena tolok ukur keutamaan seseorang terletak pada takwa dan iman.

Kedua, ayat menjelaskan tentang dua model perempuan. Ada perempuan yang salehah, taat dan memegang teguh pada sistem keluarga. Ia tidak hanya taat kepada suami ketika ada, tapi juga saat suaminya tidak ada di rumah. Bahkan lebih dari itu, ketika suaminya meninggalpun ia tetap memelihara kepribadian, rahasia dan hak suaminya.  Model  isteri yang semacam ini mendapat pujian dari Allah Swt. Sementara model yang kedua, seorang isteri yang tidak taat kepada suaminya dalam urusan rumah tangga. Sekaitan dengan isteri yang seperti ini, al-Quran mengingatkan mereka sebaga isteri yang dikhawatirkan menyeleweng.

Bila seorang suami mulai mengkhawatirkan penyelewengan isterinya, maka metode pertama yang harus diterapkan adalah dengan menasihatinya. Bila tidak mempan, maka langkah kedua yang harus diambil adalah pisah ranjang agar isterinya mengetahui bahwa peringatan yang diberikan semakin serius. Tapi bila isteri tetap tidak patuh dengan cara ini, maka suami punya izin untuk menjatuhkan hukuman kepadanya, tapi diberi catatan bahwa hukuman tidak boleh terlampau berat agar isterinya menyadari akan kesalahannya.

Pelanggaran atau penyelewengan isteri dalam al-Quran disebut dengan istilah  Nusyuz. Al-Quran memberikan solusi sesuai tingkat penyelewengan yang dilakukan oleh isteri. Artinya, bila penyelewengan atau ketidakpatuhan isteri terhadap suami hanya pada tingkat lisan saja, maka cukup dinasehati dengan lisan. Tapi tidak jarang penentangan isteri sudah sampai pada tingkat perbuatan, maka suami harus meningkatkan cara nasihatnya dengan pisah ranjang. Tapi ketika penentangan isteri sudah mencapai tingkat yang berat, maka di sini ia harus diberi hukum badan.

Ketika seorang suami melakukan pelanggaran, maka yang akan mengadili kesalahannya adalah hakim syariat. Bila pelanggaran seorang suami sudah berat, maka hakim harus menjatuhkan hukuman terhadapnya. Sebagai contoh, ketika suami tidak memberikan nafkah kepada isteri dan anak-anaknya, maka isterinya dapat mengadukan perbuatan suaminya ke pengadilan. Namun mengingat masalah keluarga itu sifatnya sangat privasi, maka al-Quran menghimbau pasangan suami-isteri hendaknya dapat menyelesaikan masalahnya lewat cara kekeluargaan, sehingga tidak diketahui orang luar.

Dari ayat tadi terdapat  lima  pelajaran yang dapat dipetik:‎
1. Dalam sebuah komunitas yang terdiri dari dua orang, maka salah satunya harus dipilih sebagai ketua yang bertanggung jawab pada komunitasnya.
2.  Amal saleh  tidak terbatas pada shalat dan puasa, tapi juga melaksanakan tanggung jawaab keluarga.
3.  Kepatuhan  isteri  terhadap suaminya bukan kelemahan, tapi  penghormatan kepada  institusi  keluarga.
4. Suami senantiasa memiliki niat baik dalam usahanya memperbaiki isterinya, bukan niat balas dendam atau lainnya.
5. Suami harus tahu bahwa Allah mengawasi mereka sebagai kepala rumah tangga dan meminta pertanggungjawabannya di Hari Kiamat. (IRIB Indonesia)

Kamis, 31 Juli 2014

Ketidaksempurnan

Assalamualaikum wr.wb
Allahu akbar..Allahu akbar walillah ilham
wabihi nastain wa ala umuri dunnya wattin,washolatuwassalamu asrofil anbiyai walmursalin
habibina muhammad saw
Robbisrohli syodri wayasirli amri wahlul uhdatam millisani yaf khohukouli
ammaba'du

         Tiada seorang pun di dunia ini yang terlahir sempurna setampan nabi  Yusuf alaihisallam,serta tiada seorang wanita yang sempurna seperti Fatimah az-zahra.Allah menciptakan manusia dengan ketidaksempurnaannya semata mata agar manusia memiliki rasa syukur atas apa yang ia miliki dan selalu mengingat Tuhan Allah swt yang memberikan segalanya untuk kita,dari kekyaan alam yang begitu luas dan indah memiliki manfaat yang begitu besar bagi kita semua.Allah ciptakan lautan yang begitu luas dengan ikan-ikan yang begitu melimpah luah untuk memenuhi kebutuhan manusia,Allah ciptakan pepohonan untuk kita hingga kita semua dapat menghirup udara yang segar dan sehat tetapi manusia tidak pernah mensyukurinya justru manusia hanya bisa merusaknya,dalam al quran Allah telah menyebutkan bahawasannya allah ciptakan alam semesta ini untuk memenuhi kebutuhan manusia tetapi manusia jugalah yang merusaknya,naudzubillah,marilah kita jadi manausia yang selalu bersyukur dan merawat serta menjaga alam ini alam yang telah allah ciptakan untuk kita..
        Sama halnya dengan Allah ciptakan manusia dengan banyak kekurangan itu hanayalh untuk menguji kita apakah kita tetap bersyukur atas apa yang Allah berikan untuk kita,kesempurnaan kita juga sebuah ujian buat kita,manusia memnag tiada yang sempurna dengan demikian Allah telah merencanakan semuanya sebelum Ia menciptakan alam semesta ini,yaitu Allah telah merencanakan bahwasannya manusia di ciptakan secara berpasang-pasang tak lain hanya untuk menyempurnakan sesama.Allah menciptakan wanita yang cacat pengliatan dan memiliki kelebihan,maka Allah pasangkan ia dengan seorang yang dapat melihat dan memiliki kekurangan dan kekurangan laki-laki itu adalah kelebihan dari wanita itu,Subhanallahu wal hamdulillah,Allah maha adil dan maha pemurah.maka dari itu cintailah dan kasihilah sesama manusia agar supaya kita semua dapat bersyukur dan mendapatkan ridlo dari Allah swt. Saling membantu sesama dan saling menghargai sesama

Jumat, 25 Juli 2014

Hukum nama suami dipakai untuk nama istri

Assalamualaikum wr.wb

Banyak di antara umat-umat muslim di dunia yang menggabungkan nama suami kepada nama istri misalnya seorang wanita bernama Ika menikah dengan seorang lelaki bernama Latief dan istrinya berganti nama menjadi Ika Latief,maka haram hukumnya karena Perbuatan di atas termasuk menasabkan kepada bukan ayahnya yang dilarang Allah swt berdasarkan firman-Nya :
ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ
“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka.” (QS. Al-Ahzab [33] : 5)
Maka sudah jelas Tidak diperbolehkan menasabkan seseorang dengan selain nama ayahnya termasuk menggandengkan nama seorang istri dengan nama suaminya sebagaimana banyak terjadi di negeri-negeri barat.
Allah swt berfirman pula :
  ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ اللَّهِ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوا آبَاءهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ

“Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, Maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.” (QS. Al Ahzab [33] : 5)

Rabu, 23 Juli 2014

Nabi dan Rasul


  لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

     Saudaraku yang di rahmati Allah,,di zaman era modern ini banyak sekali di sekitar kita yang tidak mengenal siapa Nabi dan Rasul yang seharusnya kita ketahui sebagai seorang muslim.Ada 10 nama malaikat yang wajib di ketaui dan 25 nama nabi yang harus kita imani yaitu  :

 10 MALAIKAT ALLAH
  1. Jibril ( menyampaikan wahyu )
  2. Mikail ( memeberi Rizki )
  3. Rakib ( mencatat amal baik )
  4. Atid ( mencatat amal buruk )
  5. Ridlwan ( penjaga pintu surga )
  6. Malik ( penjaga pintu neraka )
  7. Munkar ( penjaga dan memberi pertanyaan di dalam kubur )
  8. Nakir ( penjaga dan memberi pertanyaan di dalam kubur )
  9. Israfil ( peniup sangkakala )
  10. Izrail ( pencabut nyawa )
25 NABI ALLAH

1. Adam    6. Ibrahim 11. Yusuf 16. Zulkhifli 21. Yunus
2. Idris 7. Lud 12. Ayub 17. Daud 22. Zakaria
3. Nuh 8. Ismail 13. Suaib 18. Sulaiman 23. Yahya
4. Hud 9. Ishak 14. Musa 19. Ilyas 24. Isa
5. Sholeh 10. Yakub 15. Harun 20. Ilyasa 25. Muhammad

Wahai Nabi Wahai Rasul junjungan serta panutan
Jasamu tak terbalaskan Rahmad tuk seluruh alam 
Jerih payah tak terbalaskan panas dingin tak hiraukan
Siang malam kau fikirkan nasib umatmu tersayang
langkah-langkau kau ayunkan tuk menebar kebaikan
kau bina persaudaraan antar umat beriman

Permusuhan kau padamkan nilai manusia kau tinggikan
Ilmu-ilmu kau ajarkan tuk mencapai kesucian
Meski banyak yang membangkang nilai yang kau perjuangkan
Namun kau terus berjalan dengan akhlak kesempurnaan
Kau teladan kau panutan sosokmu tanpa tandingan 
kau adalah kekasih Tuhan dan kekasih orang beriman

Tanpamu tak akan seorang pun kan mengenal kebaikan..Wahai Nabi...Wahai Rasul...Wahai Pujaan
Salam kami kerinduan
Terimalah kami semua meski penuh kekurangan amal serta kebajikan 
Bekal kami kecintaan padamu 

Selasa, 22 Juli 2014

Indahnya Buah Dari sebuah Ketulusan

Assalamualaikum wr.wb

      Hidup ini hanyalah sementara dan di dunia marilah kita bersama-sama mengamalkan Amar mahruf Nahi munkar yang sebagaimana telah Rssulullah lakukan pula,karena hidup di dunia ini tak lain hanyalah mengharapkan Ridhlo dari Allah.Dan salah satu pondasi dari Amar ma'ruf nabi munkar adalah sebuah Ketulusan hati, ketulusan hati kan membawa kita tuk mencapai Ridhlo dari Allah.Suatu cerita pada zaman dahulu baginda nabi sedang berjalan di sebuah pasar dan di sebuah sudut pasar namapak seorang pengemis buta yang berteriak-teriak dan mencela nabi,lantas nabi pun mneghampirinya dan bertanaya terhadap pengemis buta itu.wahai pengemis buta,,kenapa engkau begitu benci terhadap Muhammad.?.pengemis buta itu menjawab "Dia adalah orang yang berpura-pura bahawa dirinya lah nabi terakhir yang Allah turunkan,tapi mana buktinya..dia sama sekali tak peduli dengan nasib umatnya terutama saya.dia tak peduli bagaimana menderitanya umatnya yang kelaparan,yang gelap gulita hidupnya,yang penuh derita,ia tak pernah peduli.bahkan dia juga tak pernah sekalipun mengunjungi desa kecil ini untuk membantu kami,tetapi ia begitu gemparnya menganggap bahwa dia adalah nabi terakhir.lantas baginda pun meneteskan air mata meluihat pengemis buta itu.Setiap hari pada pagi dan sore hari Baginda nabi selalu mendatangi pengemis buta itu dengan ketulusan nabi,baginda nabi selalu menyuapi pengemis buta itu dengan sabar dan telaten, setiap pengemis buta itu bertanya siapa pemuda yang selalu menajdi teman curhat dan yang selalu menyuapinya dengan penuh kasih sayang.?.tetapi baginda nabi tak pernah memberi tahu siapakah gerangan,dan suatu ketika Baginda nabi sakit,baginda nabi mengutus Khalifah umar untuk melanjutkan rutinitas baginda seperti menyuapi dan menjaga pengemis buta itu.dan Subhanallah memang sebuat ketulusan yang besar akan terasa sangat jelas dan membawa hikma yang begitu besar,Khalifa umar saat menyuapi pengemis buta itu dan pengemis buta itu sambil berbicara dan menjelek-jelekkan baginda khalifa umar amat sangat marah dan menyuapi pengemis itu dengan sedikit kasar,lalu pengemis itu berkata "kamu bukanlah pemuda yang biasanya menyuapi dan menjadi temanku,kamu kasar dan kamu tak sebaik pemuda yang biasanya menyuapi aku,dia selalu sabar,lemah lembut dan selalu tulus mendengarkan cerita aku tentang muhammad yang pembohong besar itu yang mengaku dirinya nabi",Khalifa umar pun berhenti menyuapi pengemis itu dan berbicara dalam hatinya,Subhanallah begitu tulus dan sabarnya Baginda Nabi,meskipun ia di hina,dia amat tulus dan sabar menyuapi dan merawat pengemis ini,lambat laun umar pun menceritakan siapa pemuda yang biasanya menjadi teman dan menyuapi pengemis itu,Dan pengemis itu tak kuasa menahan dan ingin bertemu dengan Nabi dan memeinta maaf serta berterima kasih atas apa yang ia lakukan selama ini,,,Itulah contoh dari sebuah Ketulusan hati.

        Meskipun di hina Baginda tetap sabar dan tetap tulus merawat pengemis buta itu dan hikma dari sebuah kejadian itu bahwa keikhlasan adalah sejalannya hati dan perbuatan yang baik dengan mengharao ridhlo dari Allah dan pengemis buta yahudi itupun menjadi seorang muslim yang sejati,,ketulusan membawa kita menjadi pribadi yang sabar dan memberi hikma yang begitu besar,marilah kita semua belajar menjadi orang yang benar-benar Tulus dalam perbuat kebaikan

Senin, 21 Juli 2014

Saling menghargai

assalamualaikum wr.wb
saudaraku yang di rahmati Allah,sering kali kita tersakiti oleh lisan atau perkataan.ada istilah bahwasanya Ucapanmu adalah harimaumu dan lisanmu lebih tajam daripada pisau.apakah kita pernah menafsirkan apa maksud dari sebuah peribahasa yang amatlah singkat tetapi memiliki arti yang begitu besar,Allah mengajarkan kita untuk saling menghargai sesama umat manusia sebagaimana telah Allah jelaskan dalam al-quranul kariem sebagaimana di antara sesama muslim haruslah saling menghargai tetapi banyak di antara kita bahkan saya pribadi mungkin termasuk orang-orang yang lalai terhadap firman-firman Allah.
   Kita manusia hidup di dunia ini marilah kita saling mengharagai antar umat beragama entah itu saling menghargai suku,agama,pendapat,ucapan serta kepribadian,di dlam kehidupan bermasyarakat pasti banyak perbedaan dan alangkah indahnya jika kita saling menghargai pendapat serta pembicaraan orang lain,beri waktu orang lain untuk mengungkapkan pendapatnya maupun berbicara.karena Rasulullah sendiri pun amat sangat menghargai semua makhluk hidup,Rasullah diam mendengarkan pendapat dan perkataan orang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”.maka dari itu berdiamlah sejenak untuk mendengarkan orang lain mengungkapkan apa yang akan ia ucapkan,